Archive

meracau

tes

Ini tentang suatu deskripsi. Sebut saja Si Anu. Si Anu ini suka membikin masalah semprul dan sompret yang membagi banyak manusia ke dalam banyak halauan. Ia membuat banyak manusia terpecah-pecah, terkotak-kotak, bahkan terpetak-petak berdasarkan keyakinan mereka. Yang berhalauan kanan misalnya, sering kali mencurigai, menghina, memaki bahkan membenci yang berhalauan kiri, yang kiri pun demikian. Si Anu ini juga membagi manusia berdasarkan kepentingan mereka, beberapa manusia yang merasa paling manusia melihat Si Anu sebagai bagian dari kehidupan yang paling mulia penting, wajib nan primer, sementara yang lain tidak jelas, “apa pokok soalnya”, bahkan ketika harus ikut nyoblos pemilu yang sudah rutin setiap selang lima tahunan itu.

 

Saya jatuh hati pada adik Kerris Dorsey yang manis ini, jatuh hati pada imut polosnya, sosok perempuan yang masih kecil, sosok perempuan yang masih anak-anak, belum abg, mungkin usianya masih dibawah 14 tahun, mungkin bisa kurang bisa lebih. Melihatnya seolah mendesak diri saya berubah seperti seorang pedofil muda berbahaya, barangkali yang lain juga—bukan saya saja—mungkin orang lain, yang malah lebih umur daripada saya juga merasa demikian. Ditambah lagi ketika si adik gadis kecil ini sedang bernyanyi—membuat tingkat kosentrasi kejatuhan hati saya terancam menjadi—, sebuah lagu yang mungkin cukup membuat orang tersenyum luluh, membuat kita orang sejenak lupa akan riuh kehidupan yang serba ketidakpastian. Ketidakpastian tentang diri. Begitu pula dengan gadis kecil itu, seolah ada ketidakpastian tentang dirinya, dan dia mulai bernyanyi untuk dirinya sendiri—atau mungkin untuk yang lain—

Read More

 

Sejujurnya, waktu itu terlalu singkat untuk manusia bisa saling mengenal, ketika semua manusia harus berpulang, kini yang tinggal hanyalah sebuah kenangan. Ya, Si Mbok, Si Mbok itu “Ibu” Ibu saya.. Mungkin, jantungnya Si Mbok itu mungkin sudah lama usang, Jum’at kemarin, Si Mbok akhirnya berpulang. Ya, Si Mbok, Si Mbok yang cantik tapi sudah kerut keriput itu kini sudah berpulang, Si Mbok yang kuat namun sudah ringkih itu kini sudah berpulang. Ya, Si Mbok, Si Mbok yang selalu banyak sabar itu kini harus berpulang. Ya, Si Mbokā€¦ Si Mbok kini telah berpulang, tanpa pesan berpulang redup dalam tidur panjang..

Selamat jalan Mbok, semoga bahagia di dunia sana…