Menikmati Kerris Dorsey

 

Saya jatuh hati pada adik Kerris Dorsey yang manis ini, jatuh hati pada imut polosnya, sosok perempuan yang masih kecil, sosok perempuan yang masih anak-anak, belum abg, mungkin usianya masih dibawah 14 tahun, mungkin bisa kurang bisa lebih. Melihatnya seolah mendesak diri saya berubah seperti seorang pedofil muda berbahaya, barangkali yang lain juga—bukan saya saja—mungkin orang lain, yang malah lebih umur daripada saya juga merasa demikian. Ditambah lagi ketika si adik gadis kecil ini sedang bernyanyi—membuat tingkat kosentrasi kejatuhan hati saya terancam menjadi—, sebuah lagu yang mungkin cukup membuat orang tersenyum luluh, membuat kita orang sejenak lupa akan riuh kehidupan yang serba ketidakpastian. Ketidakpastian tentang diri. Begitu pula dengan gadis kecil itu, seolah ada ketidakpastian tentang dirinya, dan dia mulai bernyanyi untuk dirinya sendiri—atau mungkin untuk yang lain—

sekedar untuk tak lagi usah khawatir tentang apa yang sedang, sudah atau apa yang akan terjadi, dia percaya bahwa banyak orang diluar sana tidak puas dengan hidupnya. Hidup tidak selalu berpihak baik untuk mereka. Seperti yang gadis itu bilang, “pertunjukkan” adalah sebuah metafora untuk kehidupan, people “want their money back, banyak orang yang menuntut ganti rugi kembali karena pertunjukkannya tidak sesuai dengan bayangan harap mereka, tidak memuaskan hasrat mereka. Orang-orang ini merasa ditipu, dicurangi, banyak orang merasa dirugikan, sebab mereka telah habis banyak uang agar dapat hidup, berharap hidup bahagia, karena hampir semua urusan hidup serba berbayar; kenyang, sakit, pinter, pergi, aman, pacar, rumah, pun sampai urusan be*ol ikut-ikutan berbayar. Padahal sejatinya kta diberi hidup oleh Sang Pencipta itu adalah gratis, tidak ada tiket ataupun karcis. Tidak ada uang ganti rugi ataupun asuransi. Anggap saja hidup ini adalah sebuah pertunjukkan yang gratis, walau kadang kita terpaksa harus menangis. Seperti yang gadis imut kecil cantik itu bilang “Just enjoy the show.”

P.S: oleh Kerris Dorsey dicukil dari filmnya “Moneyball”. Btw yang ini sudah mirip-mirip gayanya Mas Gentole belum? :mrgreen:

Advertisements
14 comments
  1. ~Ra said:

    Sudah, sudah mirip.

    Betewe juga, sudah sembuh sariawannya?

    • haha sudah mbak, betewe kok perhatian gitu, *mendadak salting* :mrgreen:

      • ~Ra said:

        Ojo salting, nanti patah hati koyo lia liane..

        😆

  2. Ely Meyer said:

    Just enjoy the show 😛

  3. yisha said:

    kenapa yisha ngga paham ya?

  4. @indarmeliananursin

    iya mbak 🙂

    @mbak ely

    🙂

    @yisha

    Hehe ndak usah sampek pham mbak, nikmatin aja 🙂

    @pak azzet

    Memang pak 🙂

    @mas iwan

    Wah.. Haha

  5. arip said:

    Aih The Show. Manis. Imut kedengerannya.
    Moneyball udah ada di hd tapi belum ditonton nih.

    • iya, lagi susah buat ngeblog mas 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: