Generasi Bahenol!!

 

Setelah kemarin kata bujangan, kali kini giliran kata “Bahenol” yang sedikit coba saya kupas. Tentunya saya disini bukan sebagai ahli dalam tata bahasa, saya hanya awam yang sekedar ingin menulisnya saja. Jadi nanti memang ada beberapa referensi yang saya comot dari internet dan tambahan dari sudut pandang saya pribadi, barangkali kalo ada yang tidak lurus, jadi mohon diluruskan.

Bahenol…

Jadi tahukah anda darimana kata bahenol itu berasal ? Apakah itu kata serapan dari bahasa inggris, perancis, cina, jawa, bali, sumatera, kalimantan, sulawesi, maluku, papua atau lombok, saya benar-benar tidak tahu. Tapi kalo hasil riset di internet kata bahenol itu bisa disimpulkan menjadi mesum atau cabul. Kalo tidak percaya coba saja sendiri, gunakan google—saya jamin anda akan tampak mesum dan cabul jika nekat mencobanya. Sementara seperti biasa rujukan yang saya pakai adalah kitab sakti KBBI. Jadi arti kata “bahenol” itu sendiri kalo menurut KBBI adalah montok dan menggairahkan, yah itu. :mrgreen:

Sebenarnya dua paragraf barusan untuk sekedar pembuka di awal tulisan, maaf kalo kepanjangan.

Yang ini lanjutannya..

Nah jadinya menarik, karena ihwal bahenol ini sebenarnya tidak perlu diperbincangkan, karena kalo menurut orang tua itu tidak sopan, vulgar, dan seronok. Tapi yang namanya soal syahwat terus terang saja memang selalu asik untuk diperbincangkan, apalagi sambil “dibayangkan”, termasuk bahenol itu tadi. πŸ˜†

Tentu, latar belakang atas ke-bahenol-an ini bermula ketika saya sedang menonton tv. Pada dasarnya niatan saya menonton tv itu sekedar ingin menonton berita saja, khususnya liputan bola—yang pasti saya suka nonton mbak-mbak presenternya. Jadi …, jadi ya begitu dari yang saya cermati isi tv sekarang kadang banyak yang begituan, banyak yang bahenol—untuk selanjutnya kita sebut saja “generasi bahenol”. Saya tidak menunjuk mbak-mbak presenter bola itu generasi bahenol, bukan, bukan itu—presenter bola itu sudah kodratnya harus bahenol, kalo tidak nonton bolanya tidak akan berkeringat bersemangat—, maksud saya ya generasi adik-adik kita, juga kakak-kakaknya yang agak senior.

ini gambarnya, bahenol kan..?


BAHENOL’48

 

Makanya sayasebagai laki-laki normal yang tidak menyalahi kodrat, tanpa kemunafikan terkadang otomatis akan (maaf) terangsang atau paling tidak bersemangat lah jika menonton generasi bahenol ini beraksi di layar kaca. Bagaimana orang tidak terangsang kalo melihat banyak akhwat—masih anak-anak—bernyanyi menari lengkap dengan pahanya. Pun demikian, walau terus terang saya merasa terhibur, kadang saya juga merasa sok menyesal. Bukankah adik-adik ini masih terlalu polos untuk tampil seksi ala orang dewasa. 😦

Dari dulu memang ada bebrapa pihak yang takut keseksian adik-adik ini dimanfaatkan semena-mena oleh beberapa orang, khususnya para pedofil, atau saya malah curiga ada konspirasi Wahyudidisini, jangan-jangan fans club mereka itu—yang mayoritas para ikhwan—sebenarnya hanyalah kedok sebagai wadah paguyuban untuk menampung para kaum pedofil di Indonesia. Lha ya kok aneh jaler-jaker iki hobine kok ya doyan nonton kimcil-kimcil sing sik rung cukup umur.

Barangkali kalo saya boleh asal, banyak kasus pelecehan seksual terhadap anak dibawah umur yang kemarin sedang marak itu, ada korelasi juga dengan para generasi bahenol. Seperti yang saya bilang tadi, seseorang yang menonton genarasi bahenol ini akan terangsang tiba-tiba atau bisa saja sambil membayangkan yang tidak-tidak. Mungkin sesekali saja menontonnya masih bisa ditolerir, sebatas rekreasi—untuk kesenangan manusia—, tapi bagaimana kalo terus-terusan, apalagi generasi bahenol ini turut disiarkan oleh pertelevisian nasional, lha yang menonton bisa seluruh Indonesia.

Tentu pkiran mereka yang sering menontonnya bisa jadi bias kalo melihat akhwat yang seumuran dengan generasi bahenol ini berseliweran diantara mereka, fantasinya bisa macam-macam. Nah, Anda tahu sendiri lah selanjutnya seperti apa..

Saya sebenarnya ingin komplain, masalahnya target pembatasan dan penyensoran gambar di televisi kita tampaknya kurang begitu tegas. Masak yang disensor cuma belahan dadanya doang, lha pahanya yang mulus-mulus itu malah lulus—padahal kita sama-sama tahu ibarat ayam, dada dan paha itu sama-sama enak. Nah, ini diskriminasi namanya..!!

Bukannya saya mau menyalahkan media-media yang kurang tegas atau pilih kasih dalam penyensoran bagian-bagian tertentu, jujur saja saya memang hipokrit, bukan otak saya yang ngeres atau cabul, tapi ini normal, disisi lain kadang saya bisa menikmatinya, tapi ini sebatas kadang, bukan sering.

Namun hal lain yang saya sangsikan adalah, bukankah ini melanggar undang-undang pornografi anak. Secara tidak langsung kan secara kasar dimasimg-masing kepala orang yang menontonnya akan ada sesuatu yang dianggap merangsang, meskipun hanya sebuah paha. Belum lagi ini juga terkait ekploitasi terhadap anak dengan tujuan “komersil”. Meskipun tidak ada tindak kekerasan, tetapi saya pernah melihat di tv-tv sebelumnya kalo mereka begitu keras dalam latihan, ada semacam keterpaksaan. Memang awalnya mereka itu disaring dari proses seleksi yang ketat melihat ini seperti sebuah ajang mewujudkan impian untuk menjadi idola, tapi semakin kesini, disinilah anak-anak ini mulai dipekerjakan. Ya Wallahualam

Dan akhir kata pandangan saya tentang para generasi yang bahenol ini menjadi tidak karuan, merasa terdisonansi. Disisi lain saya merasa iba dan disisi lainya lagi saya merasa.. ah ..
…
ya begitulah, saya masih merasa normal dengan keperjakaan saya, ya udah saya pasrah, ya mau gimana lagi..

:mrgreen:

 

 

P.S:Sebenarnya posting ini terbilang telat, entah kenapa barangkali ini sekedar pengingat kalo-kalo nanti ada lagi kemunculan adik-adik untuk generasi yang ke-3.

 

Advertisements
30 comments
  1. Raf said:

    Gue protes! Kurang baheenooollll!!! Mesti kayak Sora Aoi atawa Leah Dizon dong, jadi para penonton cowo bisa sambil coli di depan stage πŸ˜€

    • Nah tuh dengar, ini pasar yang menjanjikan. πŸ˜€

      • Raf said:

        Sekalian gw buka stand, jualan sabun. Kan rezeki juga tuh πŸ˜€

  2. niprita said:

    Mereka malah jual fisik alih-alih kapabilitas. Nggak sadar kalo mereka meningkatkan angka kriminalitas. Makasih tulisannya, saya suka banget.

  3. peta said:

    kasihan mereka korban ‘brain wash’.. mereka pikir dg memakai hotpans atau rok mini dianggap sexy atau cantik, tapi cantik menurut siapa.. *korban iklan, film, ama sinetron,, -_-

  4. ~Ra said:

    Jadi bahenol itu khusus untuk cewek ya?

  5. niprita said:

    Reblogged this on Portofolio Prita and commented:
    Kematangan yang terlalu cepat, kesenangan instan, dan otak yang terbuai lalu gak jalan. Cewek-cewek sekarang jadi gubernur, pengusaha, arsitek, pilot, dan profesi keren lainnya yang bermodal otak dan kerja keras. Yang ini masih aja pake modal badan… Primitif.

    • Saya suka dengan komentarnya mbak Prita. Betul, modal primitif.
      Pesan buat para orangtua, apakah yang kamu suka dengan anak-anakmu? Kegenitan anakmu di atas panggung? atau mereka yang bisa berdoa yang tulus untukmu dengan ayat-ayat-Nya?

      • tinsyam said:

        bangga nih dua anak cantiknya m.iwan punya bapak kaya gini.. berdoa tulus dengan ayatayatNYA..

      • niprita said:

        Iya… mungkin para orangtua itu juga nyari reputasi punya anak yang populer…

  6. tulisan yg agak cabul tapi realistis… hehe, overall gue suka BGT en sepokaatttt dgn statement ada korelasi antara tontonan dari bahenol’ers en tindak pelecehan seksual belakangan –‘

  7. nengwie said:

    Foto diatas mah ngga bahenol aah..cenderung kurus2 kata teteh mah,,,:D

  8. bahenol 48, bwahaha..
    Sedihnya gak setiap orang mikir ky gini, jadi nambah eksis aja si adik

  9. @raf

    Wah, keras-keras!! Jangan itu mas, mb Sora udah gak padet kayak dulu lagi lah mbak dizon malah sudah emak-emak, Saoiri Hara aja mas atau nggak Ameri Ichinose, :mrgreen:

    @niprita

    Sama-sama mbak, terima kasih juga tambahannya, menark “modal primitif” πŸ™‚

    @peta

    Hehehe lha iya emang seksi kok mas, ini dari kacamata orang normal πŸ˜†

    @mb Ra

    *mikir*, lha kalo saya bilang cowok itu bahenol juga berarti ada gejala hombreng dong mbak, :mrgreen:

    @pak Iwan

    Bener sekali pak, terima kasih tambahannya πŸ™‚

    @hanajrub

    Wah, padahal sebelumnya saya ndak pernah secabul ini πŸ˜€ , tp terima kasih sudah mau membaca tulisan yang agak cabul ini hehehe

    @NengWie

    Ah, iya teh ntar saya komplin itu anak2 suruh gemukkin dikit, kurang padet ya teh *ambigu* hehehe

    @Ade Rahmawati

    Hehe padahal orang-orang mikirnya sama lho mbak, sama2 seksi hehehe

  10. Itu bahasa Indonesia Paling seksi, gak kalah seksinya sama lagunya wulan jameela.

  11. kalau menurut saya, gan, suka-suka mereka-lah, dan bukan berarti saya setuju, karena setiap orang berhak menganut nilai-nilai yang berbeda. πŸ™‚

  12. Itu foto nya ga bahenol dan ga seksi. Bahenolan film warkop dki yang cewe-cewe nya pake bikini dan jeans -__- hahahahaha astagfirullah =))

  13. @pulau tidung

    iya mas, bahenol itu satu kasta diatas seksi, sudah seksi montok lagi πŸ˜†

    @danny leo

    iya mas, suka-suka mereka lah, dan bukan berarti saya nggak suka πŸ˜€

    @fassyulia

    lah, itu kan ukurannya sudah gede mbak, umurnya maksudnya πŸ˜€
    tunggu adek2 kita gede ya, entar juga pas bahenolnya :mrgreen: Astagfirullah πŸ™‚

  14. Aduh, kata “bahenol” ini dahsyat banget kedengarannya. Akrab sih ditelinga sunda saya.
    Tapi Mas, itu yg ada di foto mah kurang memenuhi kosa-kata bahenol, itu mah lebih tepat disebut abegeh.
    Jadi yg bahenol seperti bagaimana ya? Bingung juga kalo harus nyebut contoh. Hmmm…mungkin Jupe boleh disebut yg bahenol itu…hehehe
    Salam,

  15. hehe masalahnya nyari gambar abg yang sebahenol jupe itu sulit pak,
    salam,

  16. tinsyam said:

    fotonya kurang bahenol, tulisannya cukup bahenol, bahasannya sudah bahenol.. bener tuh modal primitif..

    *apadeh.. yang penting kita sebagai orangtua pengen gimana anak kita nanti..

    dan ini ada tulisan terselubung gitu.. penting ada pernyataan “masih perjaka”.. *grin..

  17. iya foto abg ini menang jauh dari kesan bahenol yang dimaksud, apa perku diganti aja ya judulnya “generasi paha”, “generasi binal”, atau “generasi X” πŸ™‚

    hahaha ndak penting2 juga si mbak, sekalian promo πŸ˜€

  18. Ely Meyer said:

    Aku nyimak saja dulu sambil ndengerin duo Deddy Dores sama Didi Kempot πŸ™‚

  19. Kalau tidak cantik, apa masih bisa di bilang bahenol .

  20. hehehe…., meski bebeapa protes, itu sih ga bahenol, fotonya ga usah diganti ya…. πŸ™‚

    • hehe oke mas fotonya aman ini πŸ™‚

  21. arip said:

    Bahenol itu salah satu kata resmi di basa Sunda. πŸ˜€
    Kalau menurut saya, bahenol itu kalau bahasa hip di internetnya “DAT ASS!”. Lebih ke arah montok bagian itunya.

  22. Munawar said:

    cantik cantik, tapi semoga sesuai dengan pribadinya. agar org tua tetap bangga

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: