Bujangan


Jomblo kok 2 tahun, lama bener. Situ jomblo apa lagi kredit motor. – by @Jekibarr


Kalo saya berbicara tentang jomblo, barangkali yang terpikir dalam benak anda-anda adalah saya masih “abg”—dibawah 20 tahun. Sebenarnya batasan abg juga gak harus 20 tahun, karena banyak juga orang-orang yang diatas 20 alias sudah dewasa umur tapi masih konsisten saja seperti “abg”, seperti yang punya blog ini—bukan blog ini tapi blog ini. :mrgreen:

Kembali kita bicara jomblo, setahu saya kalo kata internet secara etimologis kata “jomblo” berasal dari kata “jomlo” yang berarti “gadis tua” yang akhirnya mengalami evolusi dan berubah menjadi “jomblo”. Nah, asal mula katanya saja sudah negatif namun tetap saja kata ini menjadi pilihan kata yang paling populer untuk menghakimi seseorang yang tidak layak mempunyai pasangan hidup.

Kalo saja kita sensitif, kata-kata jomblo ini memang mengandung unsur SARA, sara bagi ras yang belum memiliki pasangan, seakan-akan cenderung diskriminatif. Nyiyir halus tapi sedikit nyelekit—ini kalo kita benar-benar sensitif. Tapi memang sebagian orang malah cuek, karena sudah lumrah barangkaliatau yang lebih parah lagi merasa malah sok bahagia—baca=seolah-olah bahagia—berlagak sebagai individu normal yang sebenarnya fakir kasih sayang seorang pasangan.

Jadi sebenarnya tidaklah terlalu masalah kalo saja istilah jomblo ini bisa menjadi padanan kata yang setara untuk mendefinisikan seseorang yang belum mempunyai pasangan hidup tanpa ada unsur melecehkan. Kita bisa ambil saja contoh uraian jomblo yang ditulis lengkap oleh mas ini, tapi seperti yang dibilang mas itu tadi, jomblo itu tuna asmara, jomblo itu kasta yang paling rendah, walapun ada memang model Jojoba yang yang sok-sok an bahagia—yang sebenarnya terpaksa mereka lakukan untuk menertawakan dirinya sendiri tanpa merasa bahwa dirinya sedang terhina. Tetap saja, mayoritas istilah jomblo itu tidak ada baik-baiknya.

Nah, fenomena yang lain adalah adanya pernyataan terbuka, “saya bukan jomblo, saya single” —nah ini malah ada mantan yang nyuruh double. Kata “single”, dipilih karena lebih nyaman bagi seorang jomblo untuk mengakui ke-jomblo-an. Lebih canggih, “elitis”, dan beda prinsip. Barangkali “single” ini dirasa lebih intelek dengan seribu alibinya.

Padahal penggunaan kata “single” untuk mengganti kata jomblo, yang seakan-akan lebih canggih dan berkelas atau mungkin untuk berbagai alasan itu, sudah jelas-jelas melanggar kaidah berbahasa Indonesia. “Keminggris” kalo orang jawa bilang. Oo ya soal kemingris ini mirip heboh Syahrini kemarin yang salah tulis.

Ya begitulah, agak ironis, kita seperti miskin kosakata untuk mencari padanan kata yang setara. Padahal kita masih punya kata “bujang” yang kurang lebih sama artinya. Bujang itu artinya dewasa yang belum mempunyai pasangan. Menurut saya bujang ini lebih keren, lebih parlente ketimbang jomblo, lebih wibawa, auranya cenderung positif dan yang lebih penting kata “bujang” tercantum dalam KBBI.

Dan saya sedikit herman ketika kita sudah nyaman berbahasa Indonesia, tapi masih saja suka mencampur istilah-istilah asing yang sudah ada padanannya dalam bahasa Indonesia, mestinya bahasa Indonesia ini sudah canggih tanpa harus menyerap bahasa asing. Ya, anak muda kita memang sok bangga mengaku bangsa Indonesia, tapi bagaimana dengan bahasanya? “Ah, bahasa Indonesia itu enggak global bro!!”. ya begitulah kira-kira, kontradiktif.

Ah ya, Anda cermati saja lagu Bang Rhoma dibawah ini.

Rhoma Irama – “Bujangan”


“Jadi pakailah “Bujang”, jangan jomblo atau single. Eufinisme bujang ini lebih berasa, enak didengar, dan lebih berkaidah!! Hidup bujangan!!”

😆


Advertisements
23 comments
  1. Ah apapun sebutannya waktu gw dulu jomblo/single/bujang toh bener-bener bahagia kok Set. Dan sekarang setelah berkeluarga lebih bahagia lagi sih. Hahaha. Jadi gak salah kalo bilang jomblo/single/bujang dan mereka bahagia. 😛

  2. ~Ra said:

    Lebih baik menjadi Jomblo tapi bahagia. Daripada punya pacar tapi tersiksa.

    😀

    Ngutip stiker di angkot Om..

  3. 'Ne said:

    hahaha baiklah bujang 😀

  4. Ely Meyer said:

    jebule begitu ya, untung aku belum bikin postingan tentang hal ini, masih bingung pakai judul single, lajang, jomblo , ternyata bujangan yg paling oke ya

    lagunya yg kemarin dr Didi kempot sama Deddy Dores lbh oke deh dr mbah yang satu ini 😛

  5. JNYnita said:

    bujang keknya cowok banget gitu…
    klo single itu gak ngendonesa, aku pake kata tunggal aja deh
    :p

  6. nengwie said:

    Dalam rangka menghibur diri karena belum “laku” yaahhh…hahahaha..*ketawa jahat*

    Bujang teh bahasa Sunda mah pembantu..yang suka bantu2 di rumah, kebon, dll…jadi emang kalau masih bujang dan tinggal sama emak bapak, itu kaya pembantu, kudu bantuin emak beberes, ngepel, nyapu, nyuci ..:D

    *komentar iseng epek dr minus 7°C ,jangan masukkin ke ati, 😀

  7. situ bujang dan perjaka?
    yang di sana bujang dan perawan
    semoga kalian bertemu di perempatan
    —jiahahaha

  8. Hhhhha… Sesama jomblo dilarang saling mengkhinati.. 😈 #apasihh..

  9. bujang is single and available

    #Hahahaa kemingris 😛

  10. Begini nasib jadi bujangan ……
    (dum …. dum …. dum)
    Kemana-mana asalkan suka, tiada orang yang melarang …..
    (dum …. dum …. dum)
    Hati senang, walaupun tak punya uang …..
    Oooooo …..
    (dum …. dum …. dum)

  11. @danirachmat
    Ah, yang salah kalo dulu pas jomblo/single/bujang cem-cemannya itu banyak mas, saya juga bahagia :mrgreen:

    @mb -Ra
    Ah, bijak sekali mbak, liris.. 😀

    @mb “Ne
    Do’a kan biar cepet gak bujang mbak 😀

    @Dewa Putu A.M.
    Siapa yang nampar siapa mas hehe

    @Alifianto
    🙂

    @mb Ely
    Hehe keduluan ya mbak el, oya mbak saya lupa “lajang” juga termasuk ding..

    Padahal yang ini Raja nya lho mbak, tapi memang, untuk masalah cita rasa lebih dedi dores & didik kempot mbak nya, 6/5 lah 😆

    @mb JNYnita
    Tunggal=Esa, saya harus nyembah dong 😆 , pake janda aja mbak, keliatan expert :mrgreen:

    @Nengwie

    Bujang teh bahasa Sunda mah pembantu..yang suka bantu2 di rumah, kebon, dll…jadi emang kalau masih bujang dan tinggal sama emakbapak, itu kaya pembantu, kudu bantuin emak beberes, ngepel, nyapu, nyuci ..:D

    Waini, gegara minus 7°, argumen bujang saya dipatahkan mentah-mentah.. Bisa tau kalo saya gitu dirumah
    Terima kasih mbak.. Terima kasih..
    Hilang sudah ke-parlente-an saya… :mrgreen:

    @mb wiwik
    Lha sekarang nyebutnya apa mbak?

    @miartmiaw
    Ah, gak segitunya kali mbak, waduh… Hahaha

    @angkasa13
    Sesama jomblo mestinya saling memadu kasih #apasih 😀

    @Dyah Sujiati
    Yes yes.. Saya agree dengan sampean, 😆

    @Danny Leo
    Koes Plus, tadinya mau ini mas, tp sungkan sama bang Haji nya 😀

  12. Ilham said:

    deket rumah saya ada warung bakso namanya Boejang Lapuk. si bapaknya yang jualan emang belum nikah2 soalnya. bukti bahwa status bujang bisa jadi ide nama bisnis. hehe. (tapi sekarang sih udah pindah dianya.) 🙂

  13. Di tempat saya juga bujang ntu nama panggilan seorang pembantu.

  14. Nah, saya masuk kelompok yg suka heran dg perubahan makna satu kata. Kata jomblo itu sudah lama sekali saya dengar. Tapi, artinya beda banget dg yg dimaksud sekarang. Waktu kecil dulu, jomblo itu sebutan kpd perawan tua yang gak nikah-nikah. Jadi rasanya ini hanya kata yg ditujukan sebutan tsb kpd kaum wanita saja. Itu setidaknya istilah dlm basa sunda yg saya kenal.
    Entah kapan joblo itu masuk ke perbendaharaan kata endonesia. Tapi, lagi, dg konotasi berbeda. Sekarang itu mau tua ataupun muda, yg belum punya pacar, disebut jomblo.
    Lagi-lagi komen ini rada ngacapruk. Setidaknya menunjukkan saya juga tiap malam jomblo di kontrakan di bekasi. Makanya bisa ngetik komen ini ya karena saya jomblo.
    Pertanyaannya, berapa kata jomblo yg saya tik di komentar ini? Hehehe…gak nyambung ya…

    Salam salam teramat salam. Tulisannya selalu menarik, tidak seperti tulisan saya di blog yg ngacapruk…hihihi

  15. @ilham
    Nah, itu mas mana ada “jomblo lapuk”, apalagi “single lapuk” hehe lha terus semenjak pindah apa si bapak masih lapuk mas hehe

    @pulau tidung
    Hehe iya mas, ah untungnya saya lajang, bukan bujang 😆

    @titik asa
    Ah, komennya gak ngecapruk kok mas, saya seiman sama sampeyan, kenapa harus kata “jomblo”, padahal artinya ya begitu.. Kasian yang macho kalo harus disebut perawan tua hahaha

    Malas ngitung, taksiran saya ada 6,7,8,9,10,11,12an kata gitulah kira-kira :mrgreen:

    Wah, hehehe tiap orang punya cara beda2 mas, kalo boleh jujur kadang saya juga pengen menulis hal-hal disekitar saya, paling nggak saya bisa sering update, ya seperti tulisan di blog sampeyan.. Sampeyan bisa detil kadang juga informatif… Tulisan mas sama menariknya, terima kasih. Salam teramat salam hehehe

    @mb Nella
    Bujang itu antara nasib dan prinsip 😆

  16. apa pun panggilannya, single/jomblo/bujangan asalkan hidup ini happy dan gak gak galau terus hehehe

  17. Jomblo, Bujang ato Single mah tuh nggak ada bedanya bagi ak, coz ak jg masih Jomblo, hehehe…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: