Berbagai Cara Culas Menulis Untuk Kemaslahatan Umat


Pernahkah Anda menulis untuk kemaslahatan umat? Kalau belum, ingat! ukhuwah itu penting. Karena sia-sia saja jika anda egois, sekedar menulis catatan harian, curhat, cerpen, puisi atau sekedar riwayat jalan-jalan yang tak banyak memberi khasiat itu. Jadi, bukankah lebih baik, jika anda yang  budiman ini mau menulis sesuatu yang mampu memberi banyak kemaslahatan untuk umat,

Barangkali Anda memang sudah ingin menulisnya tapi disisi lain Anda merasa tidak terlalu cerdas, merasa tidak kompeten sepertinya—karena tanggung jawabnya yang besar. Tapi jangan menyerah, ketika anda harus dibuat susah atau bingung, pasti selalu ada jalan keluar. Niscaya anda mendapat balasan atau kemaslahatan yang lebih besar.

Jadi, seperti apa menulis untuk kemaslahatan umat itu, sebaiknya anda ikuti uraian penjelasan berikut!


Pertama, Cobalah Anda Menulis Dengan Menjual Kemiskinan

Untuk bisa menulis tentang kemiskinan ini ada baiknya jika anda pernah miskin. Mengapa kemiskinan? Ya barangkali ihwal kemiskinan seperti ini memang sudah hip dari dulu sampai sekarang dan akan terus kontinyu sampai masa depan. Begini, perkara kemiskinan ini kan bukan trend sesaat—seperti Pop Korea atau Pop Melayu, paling tidak kemiskinan ini selalu melekat erat pada kebanyakan umat. Jadi menulis kemiskinan ini cenderung positif untuk prospek menulis anda jangka panjang, sebenarnya lebih cocok sebagai alternatif bagi anda yang ingin konsisten menulis yang itu-itu saja. 😆

Menulis tentang kemiskinan itu artinya anda harus mampu menjual sesuatu dari kemiskinan. Menulis dengan ihwal seperti ini manfaatnya banyak, karena kemiskinan ini sifatnya selalu relevan, bisa permanen selama dunia tidak kiamat.

Dari kemiskinan ini akan ada banyak hal yang dapat anda tuliskan, entah itu pelajaran, inspirasi, pepatah, motivasi, wejangan atau apapun itu. Buat saja seolah-olah miskin itu menarik, yang konon banyak kalangan elit sekarang dulunya  pernah juga merasakan miskin. Disini anda dituntut untuk berperan bijak atau seolah-olah bijak atau untuk lebih menyakinkan lagi anda harus sok bijak. Sehingga tugas anda hanya perlu  menyakinkan, bahwa kalo kita pernah hidup dalam miskin niscaya kita akan sukses, sementara untuk tugas si miskin, si miskin ini hanya perlu untuk optimis dan percaya bahwa kemiskinan ini semata-mata hanyalah cobaan dari Tuhan.

Pokoknya tulis saja banyak-banyak kisah inspiratif, semakin banyak yang anda tulis semakin banyak pula orang yang terinspirasi untuk terus berusaha. Barangkali orang butuh inspirasi untuk sekedar sadar kalo lapar maka orang itu harus makan, untuk sekedar sadar kalo tidak punya uang maka orang itu harus bekerja, dan kalo pun uang masih dirasa kurang berarti  kita orang hanya perlu menambah usaha dan banyak berdoa, korupsi kalo perlu :mrgreen: . Dan karena miskin ini berpotensi kaya mudah-mudahan saja yang namanya orang miskin ini terus bertambah, maka saya jamin anda tidak akan pernah sia-sia menulis tentang  kemiskinan ini. 😆

Kedua, Cobalah Anda Menulis Tentang Opini Yang Pro Rakyat

Untuk yang ini anda harus peka dengan isu-isu terkini. Jangan sampai ketinggalan update berita entah dari fesbuk, twitter, tvone, metro, tempo, republika, jakartapost, atau entah koran berita apapun itu. Topik yang kiranya hangat layak anda follow up. Untuk menulis seperti ini anda perlu menjadi sosok yang humanis, seolah-olah humanis saja juga boleh. Tapi untuk peran yang lebih menyakinkan baiknya anda harus sok humanis. Karena tulisan yang pro rakyat ini cenderung provokatif jadi anda perlu ke-sok-an yang saya maksud tadi, kasar-kasarannya anda jangan kalah sok dengan para pendemo-pendemo yang sok-sokan juga pro aktif membela rakyat.

Menulis opini yang seperti ini memang berat, biasanya memang ditulis oleh sebagian orang yang mempunyai intelektualitas yang tinggi, cerdas dan mampu berfikir politis-sosialis-ideologis bin humanis . Anda juga dituntut untuk bisa mengompor-ngompori keadaan atau buat saja suasana menjadi kian keruh. Bisa juga anda lebih memberi kepada pemahaman yang baik kepada rakyat agar rakyat tahu dimana letak hak dan kewajibanya, sebagai warga negara yang tertindas buat saja rakyat geram kalo keadilan mereka dipermainkan.

Pokoknya anda harus mampu menghasut rakyat yang awam ini agar melek dengan tetek bengek pemerintahan, bongkar semua niat busuk pemerintah. Tuliskan opini anda dengan sejelas-jelasnya dan sepanjang-panjangnya, agar rakyat benar-benar faham dengan isi pemikiran anda. Jelaskan dengan seksama dengan gaya bahasa yang teknis dan khas orang humanis. Pakailah istilah teknis dan aneh biar orang awam kagum, ngeh, “Wah”, dan hormat atas pemikiran anda—walaupun kadang kebanyakan awam harus gagal paham dengan ocehan anda.

Keluarkan jargon-jargon andalan, seperti; retorika, komunal, hedonis, egosentris, election, fasis, imprealis, fundamentalis, dll. Paling tidak bahasa-bahasa langit seperti ini bisa membuat para rakyat awam setengah paham atau “blas” sama sekali. Gaya begini memang keren dan asyik, dengan ide yang sederhana dan biasa saja, ketika anda terpaksa memberi penjelasan “mbulet” dan panjang lebar dengan bahasa jargon yang selangit, pemikiran anda malah akan dianggap ajib, keren dan wusss..!!!

Jadi sebenarnya memang ada ‘win-win solution’ agar orang kagum pada anda.. Jelaskan suatu topik sampai orang itu mengerti … atau Jelaskan suatu topik sampai orang itu tidak mengerti …

:mrgreen:

Ketiga, Cobalah Anda Menulis Untuk Tujuan Dakwah

Nah ini yang paling baik, kita tahu kalo dari jaman dulu—sebelum saya seganteng sekarang—orang islam setidak-tidaknya dianjurkan untuk berdakwah, menebar ilmu ke seluruh lapisan umat, untuk menyelamatkan umat dari kekafiran dunia dan akhirat.

Ah, soal dakwah ini barangkali akan sangat panjang kalo dibahas secara mendalam— kebetulan saya sendiri orangnya kurang spritualis, shalat saja saya bolong-bolong. :mrgreen:.

Seperti orang-orang kebanyakan yang hanya ingin sekedar berdakwah, memang lebih mudah jika anda ikut mencomot saja mentah-mentah seluruh ajaran yang sudah anda dapat selama nyantri atau mengaji dulu. Mengapa begitu? Ya karena ajaran dari guru atau ustadz anda itu sudah benar turun-menurun, jadi ndak usah sok liberalis, sekuleris ataupun pluralis—ini memang lagi nge-tren. Karena ajaran yang begitu itu dulu-dulunya ndak ada, nah jika anda masih ngotot mempelajari yang begituan berarti anda ini tidak nurut dengan yang sudah dulu diajarkan, bahasa halusnya kafir. Jadi anda hanya butuh paham pokoknya saja, ndak usah neko-neko.

Seperti yang anda tahu bahwa guru ngaji anda itu selalu benar tidak boleh dibantah, apa yang dikatakannya selalu atas nama Tuhan, jadi mutlak tidak boleh disalahkan. Seperti 2×2 sama dengan 4, memang benar 2×2 selalu 4, dan 4 itu ya pokoknya ya 2×2, dan selain itu adalah salah. Sekali lagi ingat “Pokoknya”, selain pokoknya adalah salah. Padahal kita tahu kalo 2+2 itu juga 4, 3+1 juga 4, 6-2 juga 4, 16/4 juga bisa 4 dan 1+1+1+1 juga sama-sama 4. Tapi abaikan saja, yang paling penting yang kita harus pahami adalah yang “Pokoknya” saja, ya pokoknya seperti apa yang sudah dibilang “Pokoknya”, jangan sampai kita kafir karena tidak sesuai dengan “Pokoknya” . :mrgreen:

Nah, kalo kita sudah paham pokoknya, mestinya mudah kan kalo hanya menulis untuk berdakwah saja. Ya sudah, kita dakwahnya dengan pokoknya saja. Memang kalo sudah paham “Pokoknya” itu fanatik. Tapi disini anda memang harus fanatik, kalo tidak, islam anda akan gugur. Pokoknya petunjuk jalan yang anda pelajari dulu itu sudah paling benar. Dan tafsir yang sudah anda pahami itu juga sudah yang paling benar, sedangkan tafsir yang lain itu adalah salah, sesat dan menyesatkan. Ya pokoknya begitulah.

Sepertinya paham yang serba pokoknya ini memang lebih mudah diterima awam, ya barangkali tipikal umat di Indonesia memang lebih suka nurut— patuh—daripada harus berpikir. “Kenapa harus pokoknya?”. Ya, karena kalo tidak pokoknya ya berarti kafir. :mrgreen:

Seperti uraian yang anda lihat diatas untuk menulis yang serba paham pokoknya itu tidaklah sulit, jadi apa susahnya anda menulis untuk berdakwah kalo sudah paham pokoknya 🙂




Bagaimana? Apakah anda sudah paham dengan uraian tadi. Ya jadi begitulah kira-kira. Seperti yang telah anda lihat, sebenarnya tidaklah susah menulis untuk kemaslahatan umat. Coba bayangkan pahala yang anda dapat, begitu besar. Jika sudah menulis anda sudah bisa pesan surga firdaus dari sekarang. Maka dari sekarang menulislah untuk kemaslahatan umat. 😆



Catatan :

– Tulisan ini campur sari dari berbagai referensi tulisan-tulisan lama, kredit buat mas2 yang ganteng, Alm. Wadehel, Mas Sora9n dan Mas Satrianto 🙂
– Disini tidak ada unsur penghinaan dan diminta untuk tidak serius, karena tulisan ini dangkal dan subyektif, dan hanya sekedar untuk hiburan, :mrgreen:

Advertisements
41 comments
  1. saya setuju dengan anda,
    “Disini tidak ada unsur penghinaan dan diminta untuk tidak serius, karena tulisan ini dangkal dan subyektif, dan hanya sekedar untuk hiburan, :mrgreen:

    😆 😆

  2. aku baca judulnya aja udah pengen ketawa mas … 😀

    • ah, saya ndak niat ndagel mas, tulisan ini serius 😀

  3. 'Ne said:

    Hehe kamu ini bisaa aja :mrgreen:

  4. jenkna said:

    politis-sosialis-ideologis bin humanis .tolong ini diterjemahkan dong..xixixixixi say taunya petis, kayu manis, kecap inggris dan sirop manis 😀

    • 😆 silahkan merujuk ke mbah wiki aja mbak.. serba -is yang komen ini pasti orangnya narsis :mrgreen:

      • jenkna said:

        wkwkwkw asyemmmmm lahhh :))

  5. 9ethuk said:

    Tulisan terpanjang yang pernah aku baca di blog ini 🙂

    • ah, belum yang edisi curhat mas, ngko luwih dowoan meneh saka iki :mrgreen:

      • 9ethuk said:

        Wahahahahaha. Sisan nggawe buku ae pakde.

      • iyo mas, gae buku primbon :mrgreen:

      • 9ethuk said:

        primbon seng opo?

      • sik mas, sik tak diskusi ambek followerku 😀

      • 9ethuk said:

        Followermu menungso khan?
        Hehehe

      • ah, nggak mas, kebetulan astral kabeh, sak jin2 tomang e pisan :mrgreen: hahahaha

      • 9ethuk said:

        predicatable.
        Hahahaha

      • Ely Meyer said:

        Wow .. mau nerbitin buku primbon ya ? Keyeeeeeeeennnn xixiixixixi

      • ah, mbak el mau order? bisa-bisa mbak pm saya via email ya :mrgreen:

    • Ely Meyer said:

      lho emang sdh terbit buku primbonnya ?

  6. tulisannya selalu menggelitik nalar..
    iya deh, saya coba nanti nulis yang begituan mas 🙂

    eh iya, saya nge-like jujur karena suka dengan tulisan ini, bukan karena alasan lain 🙂

    • ah, mari mas demi umat 😆

      oh, berarti tulisan yang lain gak jujur ya mas, ada alasan lain… i know i know :mrgreen:

      • hahahaa ga begitu juga mas.. hahahahaha 😀

  7. Ilham said:

    saya suka tulisan yang ngasih tips yang detil. misal kayak hitung2an atau cara belanja yang lebih hemat, mana pengusaha/penjual yang suka curang dan cara menghindarinya, dsb. menurut saya itu lebih jelas ngasih mampaat buat umat.

    • ah ya mas itu luput dari tulisan saya, mungkin kayak acara reportase di trans gitu mas.. hehe

  8. The Bitch said:

    MINGGU PAGI SAYA TERCERAHKAN!!!

    *nyembah*

  9. niee said:

    ok, mulai besok saya akan memikirkan untuk menulis lebih ‘berisi’ 😛

    • sip mbak, jangan seperti tulisan ini yang nggak berisi 😀

  10. matahari_terbit said:

    “Karena sia-sia saja jika anda egois, sekedar menulis catatan harian, curhat, cerpen, puisi atau sekedar riwayat jalan-jalan yang tak banyak memberi khasiat itu. ”

    wohoo jeruuu =D

      • Sudah saya coba ternyata tidak mudah ya, inget almarhum Pak Zainudin Mz, begitu lancar dan memikat.

      • tidak memikat gimana mas..

  11. Nganu…itu link tulisannya mas2 yang ganteng itu kok tiada tulisannya ya? 😀

  12. aduh, ini mas joesatch yang legend itu kah? ampun mas ganteng ampun… iya itu jebule saya kurang nambahi http:// nya mas… hehe maaf ndak nyuwun sewu dulu sebelumnya 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: