Ekstensialis Baca Tulis

—Tulisan ini awalnya sedikit lebih berat dari yang biasa saya tulis

Saya tidak yakin bahwa persoalan baca-tulis ini belum pernah dibahas sebelumnya, kalaupun memang sudah pernah dibahas mungkin ini sedikit berbeda, orang melayu kata itu serupa tapi tak sama—memang sulit ketika kita harus menulis di ranah Internet dengan ide yang sama, agak tidak leluasa, atau langsung unmood barangkali karena sudah ada tulisan sejenis dengan bahasan yang serupa. Untuk yang ingin lebih tentang ihwal yang akan saya bahas ini baiknya nanti anda coba merujuk ke situs Wikiipedia saja.

Gambar diolah oleh Wikipedia

Boleh dibilang ihwal ini sederhana saja tidak yang berat-berat, masih sekedar persoalan baca-tulis, barangkali para bloger juga sudah sangat akrab. Jadi agak menggelikan ketika—saya—selalu berkutat dengan tradisi baca-tulis namun tidak tahu bagaimana titik awal sejarah baca-tulis ini dimulai.

Nah, saya mencoba mengurai sedikit dengan menyorot balik beberapa cacatan sejarah

Sejarah mencatat bahwa budaya menulis sudah lama ada sebelum kertas berbahan papyrus ditemukan. Sebelumnya media yang dipakai peradaban bangsa-bangsa dahulu masih berupa tablet dari tanah lempung yang dibakar, hal senada juga dilakukan oleh masyarakat nusantara, ketika banyak ditemukannya naskah-naskah masa lampau dalam banyak prasasti yang terbuat dari batu, bambu, kulit, sutra atau bahkan daun lontar.

Budaya membaca juga demikian, perilaku membaca muncul bersamaan ketika manusia mulai menulis. Sayang dalam soal ini internet tak banyak membantu mengenai sejarah membaca, setiap menulis kata kunci “Sejarah Membaca” selalu diartikan menjadi “Membaca Sejarah”, saya sedikit kecewa. Tetapi kita bisa menarik kesimpulan bahwa sejarah membaca itu berkembang setelah manusia mulai mengenal budaya tulis-menulis, dengan kata lain menulis ada lebih dulu daripada membaca—cukup rasional apa yang mau dibaca kalau gak ada yang ditulis.

Namun, jika sekilas kesimpulan diatas dapat diterima, saya sedikit merasa rancu. Bagaimana kalau umpamanya saya balik. Begini, bagaimana orang bisa tiba-tiba menulis kalau membaca saja tidak bisa atau apanya yang mau ditulis kalau orangnya gak bisa baca yang dia tulis, pendeknya ambil saja kasus bahwa orang buta huruf rata-rata gak bisa nulis.

Barangkali akhirnya saya mulai bertanya-tanya, sebenarnya ini lebih dulu yang mana, baca dulu apa tulis dulu? Kesan yang sama pula ketika harus pusing-pusing menyoal premis ayam dulu apa telur dulu, baik coba sedikit saya uraikan, — mudah-mudahan tambah bingung πŸ˜€

Sudut Pandang Plato dan Islam

Kalo menurut Plato, “Jiwa telah melihat ayam ide sebelum tinggal didalam tubuh”. Maksudnya ide sesuatu itu sudah lama ada jauh sebelum sesuatu itu menjadi ada— ini didunia nyata. Barangkali memang ide-ide huruf ini sudah ada dalam pikiran manusia sebelum mereka lahir dan mulai menulis, jadi sebelumnya manusia sudah mampu membaca dalam ide-ide mereka, sehingga bisa jadi awal sebuah tulisan bermula dari buah pikiran manusia yang sebenarnya sudah bisa membaca—jauh sebelum mereka lahir—,membaca dalam pikiran mereka sendiri lalu menuliskannya

Dalam perspektif Islam juga hampir senada, ketika pertama kali wahyu diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW, malaikat Jibril memerintah beliau untuk membaca “bacalah” beberapa kali sampai akhirnya beliau mau membaca. Pembukuan Al-Quran pun dilakukan setelah Nabi Muhammad SAW. wafat, ini berarti menunjukan bahwa sebelumnya ayat-ayat Al-Quran ini memang sekedar terekam dalam ingatan Rasullullah dan Para Sahabat sebelum ada usaha untuk membukukan Al-Quran dalam satu kitab. Membuat hipotesa bahwa membaca ada lebih dulu menjadi kian kuat.

Lantas apa memang sudah masuk akal bahwa membaca itu memang sudah ada lebih dulu lalu kemudian manusia baru menulis.

Sulit dipahami ketika bagaimana orang bisa membaca kalau sebelumnya tidak ada tulisan yang mereka baca. Paling tidak untuk dapat memahami sesuatu manusia butuh banyak melihat, untuk mencirikan ciri segala bentuk sesuatu—huruf-huruf misalnya—, sebab dengan banyak melihat berarti mempunyai potensi untuk membuat sesuatu yang baru, nah disini proses manusia belajar membaca dan menulis sama-sama terjadi, barangkali ini alasan yang cukup rasional, namun masih tidak ada kesimpulan untuk mana yang lebih dulu ada.

Jadi kesimpulannya apa, mana yang lebih dulu? Baca dulu apa tulis dulu?

Sebetulnya ndak usah pusing-pusing, karena saya juga sudah lumayan pusing..

Katakan lah saja ada yang menjawab “baca dulu” lha tapi apanya yang mau dibaca kalau gak ada yang nulis. Kalaupun ada yang menjawab tulis dulu, ya percuma mau nulis apa coba kalau gak bisa baca—sambil nunjuk2 orang buta huruf yang gak bisa nulis :mrgreen:

Jadi buat saya juga merasa aneh, di lain sisi mana yang lebih dulu ada itu sama-sama gak masuk akal. Dan yakinlah, saya tidak akan menjawab jika ditanyai pertanyaan serupa. Bah sak karepmu Kip!! :mrgreen:

— Tulisan ini menandai sebagai tulisan kedua di awal tahun

Advertisements
40 comments
  1. Membaca baru menulis, pengetahuan manusia itu dari nol. Mencontek alam semesta, sama seperti ketika manusia ingin bisa terbang belajar dari burung. membaca burung terbang dituliskan dalam rangka-rangka pesawat.

    • iya mas, sebenarnya memang sempat saya tulis soal melihat lalu timbul potensi itu, sudah ada bayangan kesitu juga sih, tapi abaikan saja mas biar kesimpulannya awut-awutan πŸ™‚

  2. barbosa said:

    tulisannya bagus, perkembangan peradaban manusia yang sangat cepat terjadi salah satunya karena adanya tulis menulis, begitu masbro
    salam kenal.

    • terima kasih mas, ini tulisanya awut-awutan kok πŸ™‚ salam kenal mas

  3. jenkna said:

    sama kaya tebak2an telor apa ayam dulu gak ya hehehe

    • iya mbak, mana yang lebih dulu itu… πŸ™‚

  4. Sebelum menulis, para cerdik pandai berimajinasi untuk menciptakan simbol simbol dari apa yang difikirkan untuk menjelaskan pada masyarakat umum. Simbol yang tergambar itu, pada suatu masa dianggap sebuah kebenaran dan diterima masyarakat sekitar. Evolusi simbol simbol menjadi tulisan membutuhkan momentum dan waktu yang sangat lama.

    Contoh huruf dalam bahasa jawa dan bali yang sangat mirip, walaupun berbeda.

    Seperti sekarang ini, kalau kita mau berkata saya suka (atau orang di belahan dunia lain inging berkata I like it), orang tersebut cukup menggambar simbul “jempol” yang akan dimaknai sama. Paling tidak, ini berlaku buat masyarakat pecinta dunia maya.

    Sekedar usul, nek salah ya sepurane…..

    • Ely Meyer said:

      Wow .. keren pak uraiannya

      • iya, mbak el, sepertinya pak lambang ini sudah malah pakarnya πŸ˜€

    • ah, bener pak, berarti saya salah.. yang ini mencerahkan, dengan kata lain tulisan2 ini pada awalnya memang hanya sebuah smbol dan bukan untuk dibaca, tapi sekedar penanda saja, seperti pintu toilet barangkali,.. πŸ™‚

      • Saya berpandangan, “secara tidak sadar dunia maya mengembalikan kita ke simbol simbol, sedikit demi sedikit menggerus fungsi huruf”.

        Jika benar ini awal sebuah evolusi huruf kearah simbol, maka suatu saat kelak disaat seluruh kehidupan “dionlinekan”, kita akan kembali ke simbol simbo sebagai alat komunikasi seperti di era awal masa sejarah ?

        Dan jika…, tiba tiba koneksi internet (atau apapun namanya kelak) tiba tiba terputus, maka kita kembali ke jaman awal peradaban manusia.

        Mungkinkah ?

    • Ilham said:

      setuju nih sama maspak sarib. πŸ™‚

  5. membaca itu menyerap sesuatu, menulis (sama dengan bicara) menyampaikan sesuatu.

    • iya mbak, sudah seperti input-output, tanpa mempersoalkan mana yang lebih dulu ada, membaca memang selalu mendahului orang untuk menulis, tapi kalo umpama gak ada yang sebelnya nulis lah apanya yang mau dibaca πŸ™‚

      • membaca tidak harus tulisan, bisa membaca fenomena, peristiwa, sedangkan membaca tulisan kan merupakan interpretasi otak terhadap simbol yg sistematis.

        sementara tulisan muncul karena manusia ingin gagasannya dapat dipahami orang lain lewat mata, tidak hanya lewat telinga.

        Yang lebih penting lagi, karena tulisan merupakan penyebaran gagasan secara massal, bagaimana agar manusia Indonesia yg kebanyakan buta huruf ini bisa melek huruf, karena banyak pengetahuan diabadikan melalui tulisan. hehehe.

  6. karena jaman dulu tulisan itu berupa simbol2 benda, kayaknya sih manusia membaca (fenomena) alam dulu, baru mendokumentasikannya dalam bentuk visual (gambar) yg lalu dimodifikasi biar sederhana (mudah menulisnya) menjadi aksara … *menurut saya sih begitu πŸ˜€

  7. @lambangsarib
    waduh, agak sulit kayaknya pak, masalahnya internet itu sendiri ya kumpulan syntax2 huruf yang diantaranya ya ada html, php, java, css dll. kasar2anya apapun simbol2/gambar yang ada di internet itu kalo dipecah isinya ya kumpulan syntax2 script mbulet gak jelas gitu pokoknya pak, hehe mungkin bahasa pemograman yang sekarang sudah paling praktis barangkali pak daripadi kembali menggunakan bahasa binner yang lebih primitif.

    #ah gak tau saya ini ngomong apa

    @mbak novi
    ah iya mbak, kalo terlalu menyibuk soal mana yang lebih dulu—seperti saya ini—-jadi lupa kalo yang lebih penting itu ya seperti yang dibilang sama mbak, masih banyak buta huruf di Indonesia ini, parah parah.. πŸ˜€

    @mas wong
    iya mas saya sebenarnya juga sudah kearah situ, maksud saya sama seperti melihat lalu timbul potensi yang sengaja memang saya abaikan biar kembali lagi ke premis ayam telur mas, tp kayaknya tulisan ini terlalu serius, dan akhirnya gagal ndagel πŸ˜€

  8. Masuk akal set kalo kita bisa baca dulu baru belajar nulis.

    • tapi aoanya yang mau dibaca mas kalo gak ada yang ditulis.. πŸ™‚

      • Mesti diperjelas dulu mas, membaca yg dimaksudkan yg mana: membaca alam atau membaca tulisan.

  9. genthuk said:

    kalau saya sih yang lebih dahulu adalah berbicara…. Rasulullah yang ummi….

  10. Kayaknya membaca dulu deh sebelum menulis. Membaca dari memandang alam sekitar, terus digenenate ke simbol2. Simbol2 ini mulainya spt gambar mini tentang hasil pandangan (=membaca) itu. Lama2 simbol disederhanakan, disepakati oleh masyarakat pengguna. Kalo saya lihat huruf kanji, itu kan gambar miniatur dari dimaksudkan.

    Lha, itu komen saya koq jadi belibet gitu ya?

    Mau lanjut baca ah siapa tahu bisa ditulis alakadarnya di blog….hehehe, baca dulu baru tulis…

    Salam,

    • iya pak dapat diterima, saya juga baru tau soal huruf kanji itu…

      Mau lanjut baca ah siapa tahu bisa ditulis alakadarnya di blog….hehehe, baca dulu baru tulis…

      lha kalo gak ada yang nulis dulu itu bacaan apanya yang mau dibaca pak πŸ˜€

  11. wuiiih.. tulisane asyiik,
    sejarah menurut manusia jaman sekarang terdeteksi dari peninggalannya
    kalau menurut wahyu, nabi adam sebelum turun ke bumi sudah membaca, ide menyebut nama2 bukankah bagian dari membaca?
    kalau yang dimaksud membaca adalah melafalkan lambang2/simbol2, berarti harus ada lambang dulu ya?

    numpang kirim salam buat mase lambang…lambangsarib… jadi kepikiran arti sarib itu apa ya?

    • asik tapi awut2an haha…
      lah itu maksud saya juga sederhana gitu mas, membaca dalam artian membaca tulisan atau simbol2 bukan membaca fenomena alam (kalo dalam pertogelan ini ada ilmunya :megreen:), bukan mas, harus ada yang nulis dulu, kalo lambang dulu trus yang nulis siapa? hehe

      sarib itu dari bahasa sansekerta, artinya ganteng dan dermawan mas, hwehwehwe *mudah-mudahan langsung difollow up sama pak lambang*

  12. Erit07 said:

    Bagus. .
    Membaca dulu baru menulis. .

    • kalo gak ada yang ditulis apanya yang mau dibaca πŸ™‚

  13. JNYnita said:

    ditulis dulu baru dibaca… spt apa yang terjadi di dunia ini, semua sudah tertulis di lauhul mahfuz… πŸ™‚

    • ah mbak ini spritualis sekali… πŸ™‚

  14. duuh makin membuat sel-sel kelabu dikepala makin berkecamuk..
    puyeeeng… he

      • wah terimakasih sudah memberikan solusinya.. palu yang besar kan..
        terimakasih terimakasih πŸ™‚

  15. 9ethuk said:

    Baca dulu postingannya, baru nulis comment πŸ˜€

    • lha tapi apanya yang mau dikomen kalo blognya kosong gak ada yang nulis πŸ˜€

      • 9ethuk said:

        Paling enggak ada nama blognya,
        nama blog khan tulisan juga πŸ˜€

  16. Tulisan itu bukan cuma sekedar angka dan huruf, bisa saja alam semesta ini sebagai tulisan.

    • piktograf juga sering disebut tulisan mas,

  17. Munawar said:

    terimakasi banyak atas tulisan n postingannya, semoga bermanfaat untuk kita yang membacanya.
    salam kenal

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: