Ah, Apanya Yang (Tahun) Baru?

Yesterday is history, tomorrow is a mystery, but today is a gift.

Kira-kira begitulah potongan sebuah petuah terakhir si kura bijak Oogway kepada Po, menjelang akhir hayatnya di tepi puncak tebing lembah kedamaian. Petuah dari Oogway ini menurut saya sangat anu sekali. Tentunya kehidupan ini kan jika sudah berada dalam ruang waktu itu merupakan suatu gerak maju. Masa lalu, masa depan dan hari ini adalah hal yang berbeda, waktu yang sudah dilalui tidak bisa diulang lagi, namun waktu yang akan datang dapat kita songsong dengan usaha yang lebih baik.

Lalu?

Yah, tahapan perubahan waktu yang baru ini barangkali dianggap sesuatu yang pas oleh banyak manusia sebagai sebuah momentum atau kesempatan untuk mengatur ulang. Liat saja sendiri, saya ini saja agak sibuk untuk meresolusi rentang satu waktu ke depan— berharap bisa bersikap lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya dan sukses dunia akhirat kalau bisa— meskipun pada akhirnya ini hanyalah sebuah wacana. :mrgreen: . Oya jangan lupa juga untuk menyelipkan banyak do’a, barangkali ini memang momen yang pas juga ketika banyak manusia serentak  memanjatkan do’a yang sama di penghujung tahun, terserah entah itu masalah keuangan, kesehatan, maupun kasus asmara. Pasti akan cepat dikabulkan Tuhan kok, soalnya yang minta kan pada keroyokkan 🙂

Lho kok, maksudnya apa?

Haha iya iya maaf, maksud saya memang sengaja gitu kok :mrgreen: .

Baik, mungkin kita lupa— atau sengaja melupa —bahwa kita kadang pernah atau sering mendengar kalo waktu itu terus berputar.

Iya benar mas, tapi maksudnya apa sama yang tadi?

Ah, ndak ada maksud juga sih sebenarnya, saya em …
bingung…

Ee yalah, bingung?

Ya sebenarnya saya memang bingung sih, barangkali saya juga merasakan, kalau sebenarnya hidup ini juga ikut berputar, kita terus melakukan hal yang sama. Seperti urusan makan, tidur, kerja, kuliah, sampai ihwal be’ol pun memang terus berulang dan melingkar membentuk kebiasaan yang merutinkan kita setiap harinya. Pun benar begitu, waktu ini berarti hanya sebuah perulangan belaka, semua serba daur ulang, begitu juga dengan hidup, aneh gak.

Lha kok jadi aneh ya?

Ha ha ha … Kalau boleh jujur, saya juga merasa aneh, apa yang sebenarnya sudah terjadi hari ini toh sudah terjadi juga di waktu lampau dan akan terjadi lagi di hari esok. Jadi apa bedanya lampau kemarin sekarang dan hari esok, sama saja kan, tidak ada yang baru, semuanya hanya berjalan berputar. Jadi apanya yang baru?

Nah …?

Ah, kira-kira samean faham ndak maksud saya..

Ndak mas, hehe lha samean mbulet ae…

Ah, iya sih haha kayaknya sudah terlalu ngalor ngidul ini saya ngomongnya.. :mrgreen:

Lha ya ndak apa-apa kok mas dikit-dikit sih, tapi ya mbok langsung ke intinya saja mas, biar saya gak tambah keder gitu mas 🙂

Ah, gini aja, logikanya waktu ini sirkuler bukan linier, ibarat jam yang terus berputar, jadi gak ada waktu yang bener-bener baru, ya seperti yang saya bilang tadi soal daur ulang, gak ada tahun yang bener-bener baru. Nah, jadi buat apa kita repot-repot bikin resolusi untuk tahun yang sebenarnya sama saja toh juga akhirnya kita akan remidi— mengulang —lagi 😀

Tapi bukankah resolusi itu penting supaya kita bisa jadi lebih baik mas?

Memang sih disetiap resolusi dengan merefleksi diri yang lalu-lalu selalu akan ada usaha untuk menjadi yang lebih baik. Tapi berusaha untuk lebih baik itu sulit lho, gak gampang, apalagi kalau sudah berkomit sungguh-sungguh untuk lebih baik, itu kayak kumpulan janji-janji semu yang sulit untuk terealisasikan, susah lah gak mudah, kita akan banyak tertekan #hayah

Lha, terus apa samean gak monoton itu namanya kalo terus remidi?

Ah menarik, barangkali kalo terus remidi itu lebih gampang. Jadi kalo kita banyak remidi karena salah kita kan bisa banyak belajar, akrab sama yang namanya salah, berani mencoba hal-hal yang baru tanpa takut salah. Yah daripada kita hanya belajar dari kesalahan yang sudah-sudah lalu takut buat bikin salah lagi dan gak ada lagi yang namanya belajar, nah mending mana coba. Jadi gak apalah, remidi itu baik, banyak-banyak aja berbuat salah supaya kita bisa banyak-banyak belajar pula, buatlah banyak kesalahan yang baru, kalo bisa kesalahan yang orang lain belum pernah buat, lalu belajarlah dari sana, niscaya bahwa berani salah itu memang baik. jadi sebenarnya gak perlu itu resolusi yang baik-baik, toh akhirnya pasti akan remidi juga 🙂

Supeeer sekali…. golden ways kalah ini .. :mrgreen: btw btw, ini nyontek bijaknya siapa mas?

Ah, hoaam … saya ngantuk mau bobok, selamat tahun 2013 ye..

—–

catatan: bijaknya itu saya contek dari webnya pejalanjauh.net.

Advertisements
16 comments
  1. meskipun rada mbulet tralala Set, yang pasti selamat tahun baru 2013 dan semoga doanya di antara yabg keroyokan iti didengar dan dikabulkan ya. :”)

    • ah iya mas, selamat tahun 2013.. *semoga tahun ini enteng jodoh ya Tuhan, yang lemah kuatkanlah, yang kecil besarkanlah yang belum ketemu jodokanlah :)* Amin, :mrgreen:

  2. yang pasti gan disini malam pergantian tahun baru tadi malam di guyur hujan…..
    selamat tahun baru gan….

  3. Selamat tahun baru 2013 semoga tambah sukses

  4. @kangyaannn
    ah, gak jadi bakar2an dong kang, iya kang selamat 2013 🙂

    @wong cilik
    selamat tahun 2013 mas 🙂

    @lambangsarib
    sampun pak 🙂 keenaken mimpine *adus junub* :mrgreen:

    @chrisnamaby
    ah, lagi-lagi haha… tapi monggo lho mbak 🙂

    @alifianto
    iya, selamat tahun 2013 mas, sukses…

  5. 9ethuk said:

    Iki seng nggawe posting wong piro? Metode baru posting, jujur, asyik. Dan tampil beda, dan berciri khas jika dipertahankan seperti ini cara postingnya.

    • ah, gak mas, gaya iki wes suwi kok,aku njumuk ng iki , tak gae referensi.. hehehe

  6. Selamat tahun baru kisanak, semoga panjang umuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuur !

    • 🙂 sama-sama mas, panjang umur………..

  7. Raf said:

    Resolusi 2013 saya = Nyelesein resolusi 2012 nyang belom selesai 😐

  8. oliph said:

    reseolusi 2013 adalah tanpa resolusi *hehehe*
    sama aja sik sm thn 2012, intinya semoga tahun 2013 ini lebih baik dr sebelumnya.
    amiiin

    salam kenal mas, terima kasih sudah berkunjung ke “rumah” saya.

    • ah, iya mbak sama2 terima kasih juga udah nyempetin mampir dimari, salam kenal juga mbak 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: