Shalom Aleichem, Kyai Kanjeng

Tadinya saya sedikit (banyak) ragu untuk membuat posting ini karena pasti akan dianggap nyeleneh, ya saya sendiri memang tertarik karena gara-gara nyelenehnya itu –mudah-mudahan saya tidak terlalu musrik. Dalam hal ini memang ada resiko. Jika hanya dilihat dari salah satu sudut pandang agama saja pasti ihwal ini akan menimbulkan resah. Bagaimana tidak, orang awam yang tidak beriman –atau yang mengaku beriman– pun pasti akan resah jika kiranya mendengar Shalawat Nabi dengan lagu “Shalom Aleichem”–sebuah lagu rohani yang sering dinyanyikan orang Yahudi ketika jum’at malam pada awal sabat– dipadu-kawinkan dalam sebuah alunan gamelan yang

kelewat kejawen. Barangkali benak saya dan anda akan sama, ini seperti cara dakwah yang menyimpang, ya memang kelewat nyeleneh, bid’ah lah. Tapi yang lebih nyeleneh lagi kalo ada yang mencemaskan bakal ada program untuk menyamakan semua agama (Yahudi, Kristen & Islam), nyeleneh benar kalau akhirnya kiamat memang sudah dekat πŸ™‚ . Kalo kata bloger yang udah senior sekarang memang udah bukan jamannya lagi buat diskusi soal agama di blog, itu udah gak ngetrend, debat apalagi. Ah iya, memang jaman twitter dan febsuk ini orang-orang yang modern sekarang mestinya kudu lebih plural, lebih toleran, jangan lagi membatasi agama –bagaimana tidak, sudah tahu yang bikin bukan dari islam tapi orang islam sendiri masih banyak memohon do’a disitu-situ juga–, bagi yang liberal sih mudah, tapi bagaimana dengan yang sudah terlanjur fundamentalis. Tapi kalo saya lihat video diatas, sebenarnya malah seperti sedang berdialog, dialog lintas agama begitu kira-kira. Mirip ketika orang saling bersapa salam dalam bahasa yang berbeda, arab dan ibrani. Atau kalo dari sudut pandang budaya saja itu sudah seperti perkawinan silang, antara budaya arab, ibrani dan gamelan “jawa”. Jadi bagaimana? Ah, memang siapa yang mau mempersalahkan,m bagi yang minat silahkan saja, tapi tetap saja ya saya tidak masalah. Menurut saya itu keren, keren ketika musik mampu melembutkan rasa, termasuk melembutkan rasa keagamaan yang keras karena yakin yang berbeda, keren! gut jop πŸ™‚

Advertisements
11 comments
  1. Asik ini Mas.. keren..!! Shalom Aleichem artinya Salam Damai, satu hal yang biasa diucapkan saat dua orang atau lebih saling berjumpa.
    Saya jadi ingat beberapa tahun yang lalu, saya pernah meliput perayaan natal di gereja Sumber di daerah Dukun Magelang di lereng Merapi. Misa berbahasa Jawa diiringi gamelan yang dimainkan oleh penduduk setempat yang mayoritas beragama Islam. Pada saat mereka tidak memainkan gamelan, ya sudah, karena tidak terlibat dalam Misa, mereka duduk nyantai sambil minum teh dan ngrokok! Ini asyik menurut saya.. Sebaliknya di kampung saya tinggal saat ini, setiap Idul Fitri dilaksanakan semacam “open house.” Di saat saudara Muslim menjalankan sholat Ied, warga yang non muslim menyiapkan segala sesuatunya.

    Menurut saya ini INDAH..!! πŸ˜€

  2. Kalau dilihat dari kacamata budaya, barangkali pencampuradukan semacam itu bisa menjadi indah. Akan tetapi apabila dilihat dari kacamata emosional, tentulah sedikit menyakitkan hati. Kan?

  3. Ely Meyer said:

    klik dulu ah videonya

  4. Erit07 said:

    Wah sya malah gak trlalu phm krna sya orang tionghoa. .

  5. Ya, mengapa juga kamu harus ikut-ikutan yang kurang baik menurutmu.

  6. dea said:

    waaaa saya belum liat video nya πŸ˜€

  7. @urip prasadja
    dan bahasa Arabnya Assalamualaikum πŸ™‚
    iya mas keren.. seperti hari2 besar lainya sebaiknya semua agama juga ikut merayakan dalam bentuk suka cita.. dulu sebelum kakek saya memutuskan untuk menjadi mualaf, selalu ada natal dirumah, jadi setahun bisa dua kali lebaran πŸ˜€

    @faris van java
    emosional yang bagaimana mas?

    @lambangsarib
    πŸ™‚

    @ely meyer
    monggo mbak El πŸ™‚

    @erit07
    gpp, gak usah maksa πŸ™‚

    @pulau tidung
    hehe ini siapa yang ikut siapa mas..

    @lala
    ah lala, iki Cak Nun andalanmu πŸ˜€

    @dea
    silahkan πŸ™‚

  8. Hengky said:

    Apa sih arti dari lagu tersebut? Tolong ada yg bisa di teanslate. Tx.

  9. camprets said:

    Aneh……….ikut2 tan yg tidak mendidik

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: