Yang Lumrah

Gambar Anak Tibet Merokok dicomot dari Deviantart

Gambar Anak Tibet Merokok dicomot dari Deviantart

Lumrah itu ada karena sudah terbiasa, kita hilang peka karena kelumrahan. Karena kebiasaan, kebanyakan orang begitu menyibuk diri sehingga larut dalam kelumrahan. Tak lagi ada heran karena kita menjadi terbiasa dengan dunia yang sudah sedikit tak masuk akal.

Barangakali kita boleh lumrah dengan anak manusia yang yang tak lagi bergerilya merokok filter seperti dewasa tua, atau barangkali juga boleh lumrah melihat para dewan rakyat yang sudah seperti seleb saja yang gemar mencari sensasi di setiap berita. Sekali lagi tidak lagi ada yang namanya keheranan, karena sudah lumrah menurut kita,  menerimanya sebagai sesuatu yang sudah selayaknya demikian. Karena lumrah.

—–

Advertisements
16 comments
  1. kudu pinter ngasah akal pikiran dong biar ga terjebak dalam jebakan kelumrahan yak.

    • Ely Meyer said:

      setuju Dan

  2. Mentolerir kesalahan terus menerus seringkali dianggap kebenaran.

  3. ~Ra said:

    Awalnya ya jengah. Karena terlalu sering ada, terjadi hampir setiap hari lama-lama kita terima. Kita sebut hal yang lumrah. Nah.. padahal bisa jadi kelak hal lumrah itu mengundang musibah. Saat itu tiba ya kita cuma bisa marah-marah.

    Contohnya apah?

    Sembarangan mbuang sampah.

  4. 9ethuk said:

    Berawal dari coba-coba hal aneh, eh enak juga, diulang-ulang, eh keterusan, seterusnya jadi kebiasaan, setelah biasa jadi hal umum, setelah umum kaalau ada yang beda jutsru dianggap aneh
    *bingung

  5. genthuk said:

    Lumrah itu emosional bukan logika

  6. itu bener2 sama sekali nggak boleh dilumrahkan!
    maka dari itu, peran orang tua sm guru dan masyarakat harus bnr2 diaplikasikan..jgn ortu malah ngebiarin..ky d kmpung2 yg misalnya bapaknya mlh bilang ‘blum jd anak laki2 klo blu ngerokok’..pdhl, sbnrnya bapaknya brrti scra tdk lngsung ud setuju paru2 anaknya rusak ,dll…gitu deeehh (sdkit yg aku tauuu :D)

  7. @mas dani @mbak el sip mas mbak 🙂

    @lambangsarib sudah bosan sampai dirasa lumrah 🙂

    @mb Ra wah waini, iya bener mbak, perihal membuang sampah sudah terlalu mayoritas 🙂 lumrah sekali mbak

    @9ethuk maksudnya hal umum apa seperti kebiasaan yang menular gitu mas ? haha ikut bingung 😀

    @genthuk mas ini apa masih ada hubungan darah sama mas @9enthuk, namanya agak kompakkan 😀

    @luxi89soulmate wah parah, bapaknya malah provokasi 😀 sungguh terlalu hehe

  8. saya perokok tapi melarang anak untuk merokok…

  9. Yudi said:

    Kita harus punya pegangan yang kuat agar tak terseret kepada ke-lumrah-an..
    😎

  10. @kangyaannn bapak yang baik harus otoriter mas 🙂

    @yudi jangan kuat-kuat mas, entar malah dikira gk ikut zaman 🙂

    @erit lumrah, terima kasih sudah berkunjung

  11. jadi inget kakak laki yang ‘selalu saya usir’ ke luar rumah kalo ngerokok….

      • jadi tiap kakak kerumah, dan ketahua ngerokok….
        teriaklah..”Maaass, metu…”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: