Propaganda Aurel Hermansyah Yang Begitu Problematik

Respectable public figures join this rumor, propaganda spreading, to look cool, up to date… do not realize they become dumber at the end.. – Benhan

Peristiwa berkembang zaman memang cepat berubah, mulai dari rezim Pak Harto yang otoriter sampai Era Pak Beye yang begitu demokratif. Orang-orang Indonesia sekarang lebih ekspresif, kreatif sekali dalam bergagas pendapat, kaya achievements, dan responsif mengkritisi dengan kritik-kritik kronis yang sungguh-sungguh saya harap itu bisa sangat membangun. Ya mungkin ini adalah salah satu buah dari hasil reformasi, kita bebas berkicau dalam batasan 140 karakter tanpa takut

ditangkap atau ditembak mati. Berbagi sampah dan ludah agar terlihat up to date, biar dikira kritis, sok ikut simpatik, dan berlagak sok bijak akan perasaan yang begitu dilematis. Suka sekali me-retweet argumen-argumen yang serba kontroversi katakanlah itu dari publik figur atau selebnya twitter yang informasinya sudah dianggap paling kelas wahid. Tidak ada upaya memveritifikasi suatu informasi, orang-orang itu (twitter) seperti pasif (malas); menerimanya dengan mentah-mentah, padahal secara tidak sadar mungkin ada banyak reduksi atas informasi yang dipaksakan untuk memancing berbagai reaksi. Respon mereka pun cerdas-cerdas, semua menyela, ngebully, memaki, dan berkomentar tidak pantas; mereka boleh kecewa, tapi menghujat secara keroyokan di linimasa itu terlalu norak. Dalam kerumunan jutaan massa mereka sudah merasa paling benar, paling bermoral, merasa besar karena memiliki musuh bersama, yang secara harfiah sinonim dengan para vandal pelajar yang candu tawuran, beraninya main keroyokan, bukankah begitu? Tidak ada yang salah dengan twitter, yang salah adalah saat kita merendahkan diri sendiri dengan komentar yang tak pantas di twitter.

Seperti isu-isu kemarin, banyak yang menjilat ludah begitu juga saya mengenai pidato resmi Pak Beye saat mengurai polemik kisruh KPK-Polri tempo lalu. Meng-atas-nama-kan demokrasi, semua orang kompak berkomentar ngawur, larut akan propaganda, semua orang mengroyok abis-abisan sikap SBY yang begitu lamban, hingga tiba presiden berpidato mereka hanya terdiam OK, sadar bahwa mereka salah persepsi, memang terlihat bodoh kan. Tapi Entah kenapa lagi-lagi Pak Beye lagi-lagi menjadi bahan bully-an para netizen (rakyatnya sendiri) setelah kunjungannya ke Buckingham, mulai rumor gelar ksatria yang dibanding-bandingkan dengan Bung Karno, modus gelar ksatria sebagai ganti SDA sampai masalah pemberian Jersey Arsenal oleh Ivan Gazidis; saya bukan timsesnya Pak Beye, saya juga bukan front pembela SBY, saya hanya seorang gooners yang tertindas; karena poin ini saya merasa ikut dibuli juga (ah..paling tidak kan Arsenal bisa main di Gelora), ya, saya memang berlebihan, lebay ; Tapi itu (orang-orang twitter) gak kapok apa gak sadar, apa memang mereka merasa selalu benar; Ah apa kita memang mental tempe? Gak punya malu, suka sekali mebuli orang terus-terusan, hobi sekali terlihat bodoh. Mengutip Anas Baswedan, mungkin inilah Indonesia, dengan segala modernitas yang tinggi, memiliki rasa subyektifisme dan kritisime yang bijak; tapi masalah mentalitas inferior lah yang membuat kita tak kunjung maju. Selalu pesimis tak pernah optimis, minder sebelum berperang, hanya rajin berkomentar, rajin sekali menghujat Pemerintah, dari anggota DPR sampai Bapak-bapak Presidennya sendiri, kadang-kadang memang terlihat kurang ajar, sok-sok idealis; demo sana-sini sok mewakili hati nurani rakyat, kadang yang benar-benar rakyat saja gak seheboh demo mahasiswa, padahal rakyatnya yang memang bodoh kan, kenapa dulu mau memilih Pak Beye. Dan akhirnya saya kasihan sama Aurel, masih 14 tahun hidupnya sudah begitu problematik, dia sudah banyak mengalami cobaan. Semoga kamu menemukan sejatimu Aurel, yang tulus sayang kamu; jangan biarkan kakak yang mengaku dewasa itu ngebully kamu terus.. Kamu harus menjadi pribadi yang kuat Aurel., kuatkan dirimu dari segala bentuk bully-an orang-orang tak berhati itu. Semangat Aurel!!

nb: aurel itu tentunya just intermezzo aja 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: