Syair Sufistik Gus Dur Terkontaminasi Koplo

Astagfirullah robbal baroya…
Astagfirulloh minal khootooya…
Robbi zidni ‘ilmannaafii’a…
……Wawaffikni ‘amalansoliha…

Yarosulalloh salammun’alaik…
Yaarofi’asaaniwaddaaroji…
‘atfatayaji rotall ‘aalami…
Yauhailaljuu diwaalkaromi…

Tinggal di kawasan religius seperti Surabaya dan daerah sekitarnya barangkali sudah akrab mendengar lantunan Syiir Tanpo Waton. Syiir atau kidung jawa yang tak pernah lepas dari kebiasaan masjid-masjid di perkampungan menjadi primordial masyarakat nusantara tentang penyampaian ajaran-ajaran melalui alunan tembang/lagu. Syiir ini pun menjadi syair sufistik yang fenomenal karena kepopuleran sosok plural, KH. Abdulrachman Wahid. Sosok yang akhirnya menginspirasi saya menulis artikel ini.

Hal yang bersifat fenemonal sudah tentu menarik banyak perhatian, menjadi bahan konsumsi umum. Dan mendorong beberapa pihak tertentu menyingkapi fenomena tersebut sebagai sebuah peluang komoditas. Dengan sedikit memodifikasi, alih-alih sebagai bentuk proses kerja kreatif. Ironi, kadang mereka tidak bertanggung jawab, terlihat asal-asalan. Asal bisa untung tanpa menghiraukan pihak lain yang merugi atau bahkan tersakiti.

Gamblang saja, ternyata Syiir Tanpa Waton sudah banyak di modifikasi band-band kondang (silahkan baca: orkes musik) Jawa Timur, seperti OM. Sera, OM. Sagita OM. Palapa, dan sebenarnya ada beberapa lagi, saya lupa. Entah apa motifnya, apakah terinspirasi band-band nasional yang mengusung lagu religi di momen ramadan atau apapun itu entah saya tidak tau .

Miris melihat cara mereka mengemas lagu, dari mulai komposisi lagu sampai sang artis biduan itu sendiri. Sedikit mengkritisi tapi silahkan anda tambahkan sendiri, iya mungkin lebih sopan jika sang artis memakai hijab saat membawakan lagu, tapi make-upnya ya bok ditipisin, bibir juga jangan over kemerahan. Mereka sebaiknya mengerti batasan bersolek dalam Hukum Islam. Ini bentuk komodifikasi musik yang tidak beretika.

Lagu-lagu dangdut koplo itu beda dengan lagu dangdut pada umumnya. Bit yang digunakan cenderung lebih cepat mengikuti irama gendang yang lebih dominan. Tak hayal jika lagu galau atau susah dengan alunan mellow pun jika sudah di cover koplo selalu bikin goyang, orang terbius lepas tanpa menghiraukan isi lirik yang terkandung di dalamnya. Tips bagi yang suka galau mending dengerin lagu galau yang versi koplo atau liat versi live tournya di youtube, lumayan lah banyak hal menarik yang bisa dilihat dan juga sedikit tambahan nutrisi untuk otak.

Nah, bagaimana jika sebuah Syiir Tanpo Waton dimodifikasi dalam bentuk koplo? Apakah tidak mengurangi syariat yang terkandung di dalamnya atau bahkan malah menjadi mudharat? Takut saya orang-orang yang mendengarkan malah asyik terlarut dalam hiporia kekoploannya saja tanpa memaknai dan akhirnya menghilangkan makna ajaran-ajaran syiir itu sendiri, – Orang banyak belajar syariat tapi hanya pandai menulis dan membaca, banyak yang menghafal Quran & Hadist tapi senang mengafirkan orang lain, sementara kafirnya sendiri tak dihiraukan. Sungguh kritik nyata akan kondisi masyarakat saat ini.

Bila tujuannya untuk dakwah, tidakkah syiir koplo ini seperti bentuk penyampaian dakwah yang menyimpang? Mengingat lagu koplo ini tidak lepas dari goyangan erotism, vulgar dan seronok. Jauh dari norma santun dan ukhuwah islamiyah. Yah semoga bisa menjadi bahan renungan.

@onkyreno

   Ratna Antika

   Via Vallen

   Parah !!

Advertisements
6 comments
  1. eyaampun. KArena udah ga di surabaya lagi jadi jarang denger berita macem ini sih. Parah amat sholawatan dipake dangdut koplo. cuman bisa ngelus dada aja ini bacanya…. *geleng-geleng*

  2. genthuk said:

    Sholawat badar saja bisa dijadikan koplo kok?

    • iya namanya sudah solawat aselole mas 😀

  3. Jadi, sudah gak ada bedanya antara sholawatan dan dangdutan.
    Terlalu.

  4. kalo sudah koplo jadinya sama saja mas 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: